PhpMyAdmin 

>> Jelajahi : Untuk mencari data yang barusan kita buat.


>> Struktur : Melihat struktur terkait tabel dan tampilan hubungan dari tabel yang sudah kita buat.

>> SQL : Untuk menambahkan tabel/isi dari tabel tersebut dan menjalankan perintah SQL langsung melalui antarmuka



>> Cari : Mencari data di seluruh database atau dalam tabel tertentu.



>> Tambahkan : Menambahkan data ke tabel sesuai apa yang sudah dibuat di tabel.



>> Ekspor : Fungsinya buat nyimpen salinan database kamu ke file, biasanya buat backup, pindahin data ke server lain, atau buat arsip. Prosesnya gampang dan bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.



>> Impor: Fitur ini memungkinkan kamu untuk memasukkan data ke dalam database MySQL atau MariaDB dari file eksternal. Fitur ini sangat berguna untuk memulihkan cadangan (backup), memigrasikan data antar server, atau mengimpor data dari sumber lain seperti file SQL atau CSV.



>> Hak Akses : Digunakan untuk mengelola izin atau akses yang dimiliki oleh pengguna (user) terhadap server MySQL, database, tabel, dan objek lainnya. Dengan fitur ini, administrator dapat mengontrol siapa saja yang dapat melakukan operasi tertentu, seperti membaca, menulis, menghapus, atau mengelola struktur database.​


Tab "Operasi" di phpMyAdmin itu semacam pusat kontrol buat ngatur struktur database atau tabel. Di sini, kamu bisa:

  • Ganti nama database atau tabel.

  • Salin tabel ke database lain.

  • Hapus database atau tabel.

  • Mengatur auto increment untuk kolom tertentu.

  • Mengubah kolasi (collation) atau engine tabel.

Fitur ini cocok banget buat kamu yang mau ngatur struktur database tanpa harus nulis query SQL manual.


Fitur "Pelacakan" memungkinkan kamu untuk melacak perubahan yang terjadi pada struktur tabel, seperti penambahan kolom, perubahan tipe data, atau penghapusan kolom. Fitur ini berguna untuk:

  • Audit: Mengetahui siapa yang melakukan perubahan dan kapan.

  • Versi kontrol: Melihat sejarah perubahan struktur tabel.

  • Pemulihan: Membantu mengembalikan struktur tabel ke versi sebelumnya jika terjadi kesalahan.

Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini harus diaktifkan terlebih dahulu dan mungkin memerlukan pengaturan tambahan pada server database kamu.


Trigger adalah sekumpulan perintah SQL yang otomatis dijalankan oleh database saat terjadi peristiwa tertentu pada tabel, seperti INSERT, UPDATE, atau DELETE. Dengan trigger, kamu bisa:Otomatisasi: Misalnya, setiap kali data ditambahkan ke tabel orders, secara otomatis menambahkan data ke tabel order_history.

  • Validasi data: Memastikan data yang dimasukkan memenuhi kriteria tertentu.

  • Sinkronisasi: Menjaga konsistensi data antar tabel.